Sesungguhnya dalam habbatussauda terdapat penyembuh bagi segala penyakit kecuali kematian(HR. Bukhari&Muslim)......Makanlah kalian buah zaitun dan gunakan minyak zaitun untuk mengoles dan minyak rambut, sesungguhnya zaitun itu dari pohon yang diberkahi (Attirmizdi & Ibnu Maja).KAMI MEMBUKA PELUANG BAGI ANDA MENJADI AGEN/RESELLER PRODUK-PRODUK HERBAL DARI UD. NABIL. CARANYA SANGATLAH MUDAH. SILAHKAN HUBUNGI UD. NABIL SECEPATNYA. JANGAN SAMPAI ANDA KETINGGALAN.

Medis Modern Menopang Sistem Dajjal

Medis Modern Menopang Sistem Dajjal
Medis Modern Menopang Sistem Dajjal. Ahmad Thomson menulis dalam bukunya Sistem Dajjal bahwa aspek medis modern termasuk salah satu pilar yang menopang beroperasinya Sistem Dajjal. Coba perhatikan cuplikan tulisan beliau di bawah ini: 
”Selama lima puluh tahun terakhir, sistem rumah sakit kafir termasuk salah satu bagian penting dalam proses produsen-konsumen. Sistem ini didirikan untuk menjaga kesehatan masyarakat agar selalu siap bekerja. Padahal justru akibat cara hidup masyarakat yang wajib berpijak pada tata-cara proses produsen-konsumen, maka muncul berbagai penyakit.
Sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, menciptakan penyakit-penyakitnya sendiri, dengan demikian menciptakan kerja bagi mereka yang bekerja di sistem rumah sakit. Sistem rumah sakit dijalankan bak sebuah bisnis. Semua orang diupah untuk pekerjaannya. Banyak sekali orang menggantungkan kelangsungan hidupnya pada sakitnya orang lain serta dengan cara hidup yang mau tak mau muncul dan berkembang akibat cara kerja negara produsen-konsumen modern, maka terjaminlah pasokan orang sakit dalam jumlah yang sangat besar, cukup untuk menyibukkan serta melestarikan bisnis sistem rumah sakit, sekaligus menjamin adanya pekerjaan yang langgeng lagi menguntungkan bagi begitu banyak bisnis terkait lainnya, yang memasok peralatan dan obat-obatan ke rumah sakit-rumah sakit dan dokter-dokter.
” Jadi, sistem medis modern pada hakikatnya berdiri di atas fondasi faham materialisme. Ia merupakan sebuah bisnis yang beroperasi dengan proses produsen-konsumen. Sistem medis modern sejatinya tidak bermaksud untuk benar-benar menyembuhkan masyarakat dari berbagai penyakit yang mereka derita. Ia mengandalkan obat-obatan kimia yang sesungguhnya dibuat dari zat-zat toxic (racun) yang malah menimbulkan berbagai problem baru bila dikonsumsi pasien. 
Perhatikan lebih lanjut tulisan Ahmad Thomson berikut ini: ”Sebagaimana sistem pabrik dan sistem pendidikan kafir, sistem medis kafir dijalankan bak sebuah bisnis. Sistem medis kafir tak begitu peduli pada penyembuhan serta apa yang bermanfaat atau tidak. Bahkan merupakan sebuah bisnis besar bagi perusahaan-perusahaan farmasi yang memasok obat-obatan serta peralatannya, seraya memelihara beribu-ribu pekerja yang dikaryakan untuk menambal para pasien, agar mereka pun bisa dikaryakan. Kini, kita lebih sering mendengar mahasiswa kedokteran berbicara mengenai gaji-gaji besar – apabila telah lulus ujian dan mendapat secarik kertas – dibanding dengan berbicara mengenai cita-cita mereka untuk menyembuhkan banyak manusia, atau berbicara mengenai bagaimana cara mencapai penyembuhan tersebut.” 
Oleh karena itu tidaklah mengherankan bila kita melihat bagaimana para dokter medis modern begitu gampang menulis resep berupa antibiotik kelas berat bagi para pasiennya. Namun bilamana anak atau keluarganya sendiri sakit sang dokter sedapat mungkin menghindari memberikan antibiotik kepada mereka. Sebab sesungguhnya ia sangat mengerti betapa berbahayanya zat-zat yang terkandung di dalam antibiotik tadi. Sehingga Ahmad Thomson selanjutnya menulis: ”Nabi Muhammad pernah menerima kiriman obat-obatan mahal dari Mesir. Beliau mengembalikannya beserta sebuah pesan yang menyatakan bahwa cara hidup beliau adalah obat serta merupakan pengobatan terbaik. 
Begitu sempurnanya keseimbangan hidup beliau, sehingga beliau hanya pernah menderita sakit ketika ada yang meracuni makanan beliau dan berusaha menyihir beliau. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa bila hati baik maka seluruh tubuh akan baik, dan bila hati rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh.” 
Di samping itu kita juga tahu bahwa bentuk pengobatan cara Nabi ialah mengkonsumsi zat-zat natural (back to nature) dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan (herbal) seperti habbatussauda (jintan hitam) atau aneka madu serta hijamah (berbekam). Sangat kontras dengan medis modern yang mengandalkan obat kimia yang banyak mengandung side-effects (efek samping) yang sangat berpotensi merusak ginjal, lever lalu pada akhirnya jantung. Pola fikir (mindset) umat manusia sangat diarahkan untuk bergantung kepada sistem medis modern. Sedikit-sedikit pergi ke dokter manakala sakit. Sedikit-sedikit minum obat analgesik begitu pusing atau demam. 
Pada saat yang bersamaan para pekerja medis modern itu telah dicuci otak (brain-wash) untuk memandang sebelah mata akan Thibbun-Nabawy (sistem pengobatan ala Rasulullah). Para dokter ditanamkan kecurigaan serta kesangsian mereka akan praktek berbekam ala Nabi, misalnya. Kalaulah yang ragu serta sangsi dari kalangan dokter non-muslim kita masih bisa dimaklumi. Tapi yang jadi masalah disini ialah keraguan yang muncul dari para dokter muslim bahkan sering hadir di pengajian...! Sungguh dahsyat rangkaian fitnah yang merebak sebelum datangnya puncak fitnah, yakni Dajjal. Ya Allah kami berlindung kepadaMu dari rangkaian fitnah yang merebak sebelum datangnya puncak fitnah, yaitu Dajjal. Ya Allah tunjuki kami jalan keluar dari setiap fitnah yang datang menggoda hidup kami. Amin ya Rabbal Alamin.
 
Sumber: http://bahayaobat.blogspot.com/2001/10/medis-modern-menopang-sistem-dajjal.html

Baca juga artikel terkait...!!!



Widget by [ Tips Blogger ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar